rss
twitter

Kabut

Bibirku terukir senyuman,
Bersamamu aku gembira,
Tanpamu aku luka

Gemersit segelumit kerisauan
Mungkinkah akan selamanya begini?
Menghadapi yang tak pasti
Atau mungkin adanya sinar menanti?

Kelibat hitam menghantui kau dan aku,
Kita tidak mungkin satu, aku dan kamu,
Tidak sekali kita bertiga

Tuhan, kepalaku cuma satu
Akalku tidak mampu meneka
Apa yang terselindung di balik hijabmu

Sampai masa aku berhenti
dari bermain dengan api
biarkan Dia sahaja menghakimi
Aku dan Kamu nanti

@ WAN MASTURA HAJI WAN MUSALUDIN @

0 comments:

Post a Comment